3 Alasan Milenial Dicap Tak Akan Bisa Beli Rumah
Foto: ShutterstockJakarta -
Generasi milenial sekarang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Walaupun mempunyai semangat perubahan yang tinggi dan berani berpendapat, beberapa kebiasaan milenial menciptakan masyarakat, terutama generasi di atasnya, tak percaya dengan kemampuan milenial. Misalnya kemampuan milenial dalam mengelola keuangan dan berinvestasi.
Bahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Sofyan Djalil, menyampaikan 90% generasi milenial tak bisa punya rumah. Benarkah begitu? Ada beberapa alasan mengapa pernyataan ini dilayangkan oleh Sofyan maupun beberapa pihak lain. Berikut alasannya.
Payah Mengatur Keuangan
Generasi milenial dikenal dengan generasi yang boros akan gaya hidupnya. Sebagian besar milenial menghabiskan uang hanya untuk penampilan dirinya sehingga tak mempunyai tabungan apalagi untuk membeli rumah. Maka milenial dikatakan payah dalam mengatur keuangan.
Hal ini disebabkan banyak milenial yang belum mengerti dasar mengelola keuangan. Sebenarnya tak susah mengelola keuangan. Tentukan tujuan apa yang ingin dicapai dan buat bagan rencana keuangan yang terang dan konsisten. Misalnya sisihkan 50% penghasilan untuk kebutuhan harian, 30% untuk kebutuhan pribadi, dan sisanya 20% untuk investasi ibarat mencicil rumah.
Lebih Memilih Pengalaman dan Sistem Sewa
Coba ingat-ingat ke mana larinya penghasilan bulanan kamu? Jika dibentuk daftarnya, mungkin penghasilan kau habis lantaran membayar layanan streaming entertainment ibarat film dan musik. Selain itu, tabungan seringkali terkuras untuk traveling maupun menonton konser artis mancanegara favoritmu.
Kebiasaan ini mengambarkan bahwa milenial cenderung gemar membeli pengalaman dan nyaman menyewa dibandingkan memiliki. Apalagi sebagian besar milenial mempunyai moto hidup You Only Live Once alias YOLO sehingga tidak memikirkan kehidupan di masa depan. Itulah yang menciptakan kepemilikan aset pada milenial menurun dan jadinya menjadikan sulit mempunyai rumah di masa depan.
Tidak Punya Target
Walaupun milenial sudah mempunyai tujuan punya rumah, tak jarang langkahnya salah. Faktornya ialah milenial tidak menetapkan sasaran dengan tepat. Hal pertama yang harus kau lakukan ialah menciptakan sasaran ibarat kapan hendak membeli rumah, contohnya dalam jangka waktu 2 atau 5 tahun ke depan. Setelah itu, hitung berapa persentase penghasilan yang harus disisihkan untuk mencapai jangka waktu yang telah ditentukan.
Tiga alasan itulah yang menjadikan milenial dianggap tak bisa punya rumah. Namun jangan khawatir, jikalau kau para milenial berhasil mengubah tiga kebiasaan tersebut, dijamin bisa punya rumah di masa depan.
Apalagi rumah123.com punya solusi yang sempurna buat para milenial, yakni menyediakan rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu takut kehabisan lantaran ada lebih dari 900 ribu properti yang ditawarkan.
Kamu juga bisa mendapat informasi mengenai investasi terbaik dan rumah idaman di rumah 123.com. Sebab, rumah 123.com punya informasi lengkap mengenai properti bahkan informasi terkini. Yuk ubah kebiasaan burukmu, mulailah menabung, dan cari rumah di rumah 123.com!
Milenial juga bisa punya rumah kok!
Sumber detik.com



Belum ada Komentar untuk "3 Alasan Milenial Dicap Tak Akan Bisa Beli Rumah"
Posting Komentar