Polisi Israel Tangkap Lagi Gubernur Yerusalem Dari Palestina
IlustrasiYerusalem -Gubernur Yerusalem dari Palestina, Adnan Gheith, kembali ditangkap Kepolisian Israel untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Penangkapan ini masih terkait penyelidikan kasus penjualan tanah.
Disampaikan juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, dalam pernyataannya ibarat dilansir AFP, Senin (26/11/2018), bahwa Gheith ditangkap di wilayah Yerusalem Timur pada Minggu (25/11) malam waktu setempat.
Pengadilan Israel di Yerusalem telah memerintahkan biar penahanan Gheith diperpanjang hingga Kamis (29/11) mendatang.
Hanya disebutkan oleh hakim bahwa Gheith ditangkap terkait penyelidikan penjualan tanah dan ada peyelidikan gres yang sedang dilakukan. Pada 20 Oktober lalu, Gheith pernah ditahan selama dua untuk ditanyai polisi Israel sebelum karenanya dibebaskan.
Secara terpisah, tubuh keamanan domestik Israel, Shin Bet, menyebut Gheith ditanyai soal 'aktivias ilegal oleh PA di Yerusalem'. Beberapa pekan terakhir, Gheith diketahui beberapa kali ditanyai oleh polisi Israel. Kantor Gheith digeledah polisi Israel pada 4 November lalu.
Beberapa waktu lalu, media-media Israel dalam laporannya menyebut otoritas Israel sedang menilik Gheith atas usai Otoritas Palestina menangkap seorang laki-laki -- pada Oktober kemudian -- yang dicurigai menjual properti di Yerusalem Timur kepada seorang pembeli Yahudi.
Penjualan semacam itu tergolong sangat kontroversial di kalangan warga Palestina. Sedangkan di kalangan warga Israel, dilaporkan muncul undangan biar laki-laki yang ditahan otoritas Palestina terkait penjualan properti itu dibebaskan.
Baik otoritas Palestina maupun Israel belum mengomentari secara resmi penangkapan laki-laki penjual properti itu. Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan penjual properti itu sebagai seorang warga Palestina yang juga mempunyai kewarganegaraan Amerika Serikat.
Penasihat senior Organisasi Pembebasan Palestina di Yerusalem, Fuad Hallaq, menuturkan kepada AFP bahwa penangkapan kembali Gheith oleh polisi Israel merupakan bab dari upaya-upaya Israel untuk menekan Otoritas Palestina biar membebaskan laki-laki penjual properti itu.
Pengacara yang mewakili Gheith menegaskan kliennya tidak melaksanakan tindak kriminal apapun. Dia mengira polisi Israel 'berupaya mencegah' kliennya dari menjalankan kiprah jabatannya.
Diketahui bahwa Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967 dan mencaploknya dalam langkah yang tidak pernah diakui dunia internasional. Israel menganggap kota Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibu kotanya, sedangkan Palestina melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa depan.
Aktivitas Palestina dihentikan di Yerusalem oleh Israel. Akibatnya, Palestina mempunyai seorang menteri khusus yang mengurusi Yerusalem dan seorang gubernur di wilayah Yerusalem Timur. Kedua pejabat itu berkantor di wilayah Al-Ram, yang ada di seberang tembok pembatas Yerusalem di Tepi Barat.
Sumber detik.com



Belum ada Komentar untuk "Polisi Israel Tangkap Lagi Gubernur Yerusalem Dari Palestina"
Posting Komentar