Asosiasi Ojol Blitar Ngaku Tak Ikut Demo, Kemudian Siapa Massa Itu?
Foto: Erliana RiadyBlitar -Dua asosiasi pengemudi ojek online Blitar Raya membantah mereka melaksanakan agresi demo yang ditujukan pada Prabowo hari ini. Mereka dengan tegas menyampaikan tidak ikut demo dan tidak mau terlibat dalam semua aktivitas politik mudah negara ini.
Dua asosiasi pengemudi ojol itu yakni Solidaritas Grab Blitar Raya (SGBR) dan Independent. Ketua SGRB Edwin sempat emosi ketika dikonfirmasi detikcom. Pasalnya ada pihak yang dinilai sengaja memanfaatkan komunitasnya untuk kepentingan politis kelompok tertentu.
"Gak ada anggota saya yang ikut demo tadi. Siapa mereka yang ngaku-ngaku dan pakai jaketnya Grab. Polisi harus cari tahu siapa gotong royong mereka," teriak Edwin dengan emosi ketika dihubungi detikcom, Senin (26/11/2018).
Edwin mengaku gres mengetahui ada demo yang mengatasnamakan komunitas ojol justru dari pemberitaan detikcom. Sementara, komunitas itu ternyata bukan anggotanya, namun menggunakan atribut properti kelompoknya.
"Akan saya telusuri siapa anggota saya yang di Wlingi. Yang komentar menyewakan jaket Grab, itu pelanggaran. Gak boleh atribut itu digunakan orang lain apalagi hingga disewakan," tandasnya.
Dalam komentar satu diantara pembaca detikcom dengan akun Grab Wlingi menuliskan "Kemarin ada yang menyewa 6 jaket dari komunitas driverGrab Wlingi. Apakah mau digunakan agresi ini ....Kami penjelasan kami Asosiasi Grab Blitar Raya tidak ada yang ikut agresi tersebut".
Hal senada juga ditegaskan Ketua Driver Ojol Independent Blitar Raya Susilo. Susilo menyatakan, anggotanya tidak mau terlibat dan tidak mau tahu politik di Indonesia.
"Anggota saya tidak ada yang ikut demo-demo begitu. Kami tidak mau terlibat dan tidak mau tahu perpolitikan di Indonesia. Kami hanya mencari uang dengan halal. Sudah jangan dimanipulir untuk kepentingan lainnya," tegasnya ketika dihubungi detikcom.
Dengan ucapan Prabowo, berdasarkan Susilo, anggotanya tidak ada yang tersinggung. Karena realitas di lapangan memang menyerupai itu. Namun kalau Prabowo bilang driver ojol banyak yang lulusan SMA, hal ini dibantah Susilo.
"Salah itu, sanggup data dari mana. Dari sekitar 150 anggota saya, yang lulusan Sekolah Menengan Atas hanya 1%. Terbanyak justru anak kuliahan yang kerja sambilan buat biayai kuliah mereka," ungkapnya.
Lalu siapakah massa yang melaksanakan demo pada Prabowo tadi? Pertanyaan ini gotong royong sanggup terjawab dari surat pemberitahuan dan undangan izin pelaksanaan agresi demo yang ditujukan pada pihak kepolisian.
Namun hingga gosip ini dikirimkan, detikcom belum menerima tanggapan niscaya dari Kasat Intel Polres dan Polres Blitar Kota. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan driver ojol melaksanakan agresi unjuk rasa di dua lokasi. Pertama di Simpang Empat Jalan Raya Kanigoro dan diteruskan di Simpang Empat Lovi Jalan A Yani Kota Blitar.
Saksikan juga video 'Ojol Blitar ke Prabowo: Minta Maaf Atau Tidak Kami Pilih!':
Sumber detik.com



Belum ada Komentar untuk "Asosiasi Ojol Blitar Ngaku Tak Ikut Demo, Kemudian Siapa Massa Itu?"
Posting Komentar