Mereka Yang Kalah Pemilu Kemudian Menolak Hasilnya

Mereka yang Kalah Pemilu Lalu Menolak HasilnyaFoto: Kamal Hossain (Reuters)

Jakarta -Meski KPU belum mengumumkan hasilnya, capres 02 Prabowo Subianto menolak Pemilu 2019 alasannya dianggap sarat kecurangan. Namun, ternyata mereka yang menolak hasil pemilu bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Di sejumlah negara, ada sejumlah tokoh yang kalah kemudian menolak hasil Pemilu.

Kemarin, Prabowo berpidato menyatakan menolak Pemilu meski pengumuman hasil coblosan gres akan dilakukan pada 22 Mei 2019.

"Kami masih menaruh keinginan kepadamu (KPU). Tapi perilaku saya yang terang saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak sanggup mendapatkan ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).


Apa yang dilakukan Prabowo ini juga dilakukan para akseptor Pemilu di negara lain. Mereka kalah, lantas menyatakan menolak hasil pungutan suara. Ini daftar penolakan hasil Pemilu itu:

Henrique Capriles di Venezuela

Mereka yang Kalah Pemilu Lalu Menolak HasilnyaFoto: REUTERS/Ueslei Marcelino


Pada tahun 2013, Kandidat calon presiden Venezuela asal partai oposisi, Henrique Capriles menolak hasil pemilu. Pasalnya, berdasarkan beliau ada sebuah rencana untuk mengubah hasil pemilihan presiden usai simpulan hidup Presiden Hugo Chavez. Dalam pemilu tersebut, Capriles berhadapan eksklusif dengan kandidat partai petahana, Nicholas Maduro. Maduro dinyatakan menang dalam pemilu presiden usai meraih 51 persen suara.

Capriles menuding pemerintahan telah melaksanakan kecurangan dengan menekan para PNS biar menentukan Maduro. Karena itu, beliau meminta Dewan pemilu untuk mengaudit hasil pemilu. Dewan pemilu tidak menemukan perbedaan yang signifikan usai audit. Tetapi, Capriles justru menganggap audit tersebut sebagai lelucon. Setidaknya, akhir penolakan hasil pemilu ini, kerusuhan terjadi dan setidaknya menewaskan tujuh orang dan 61 orang luka-luka.

Penolakan hasil pemilu Venezuela berulang dikala pada tahun 2018 Maduro kembali menang. Pemimpin partai oposisi, Juan Guaido memboikot hasil pemilu dan menyerukan demo setiap hari untuk memprotes kepemimpinan Maduro. Hasilnya, permasalahan ini justru menjadi peluang bagi Amerika Serikat dan Rusia untuk ikut campur. Dampaknya, Venezuela mengalami sejumlah krisis ekonomi dan permasalahan sosial. Apalagi dikala Juan Guaido yang didukung AS, mendeklarasikan diri sebagai Presiden Sementara Venezuela.

Yahya Jammeh di Gambia

Mereka yang Kalah Pemilu Lalu Menolak HasilnyaFoto: Lucas Jackson/Reuters

Penolakan hasil pemilu juga pernah terjadi pada tahun 2016, di Gambia, Afrika Barat. Calon presiden petahana Gambia, Yahya Jammeh menolak hasil pemilu yang beliau anggap abnormal. Seperti yang dilansir oleh BBC, Yahya juga mengaku sudah melaksanakan pemeriksaan sebelum menolak hasil pemilu.

Jammeh kalah dari lawannya, Adam Barrow yang didukung enam partai oposisi. Barrow menang dengan perolehan 45 persen, sedangkan Jammeh hanya meraup 36,7% saja. Barrow juga diketahui merupakan pengusaha properti yang pernah menjadi satpam supermarket di Inggris. Sedangkan Jammeh merupakan Presiden Gambia yang menang alasannya hasil perebutan kekuasaan tahun 1994.

Pada akhirnya, Jammeh mendapatkan kekalahannya dan melepaskan kekuasaannya. Namun, Jammeh justru kabur dengan menggondol uang negara sebesar US$11 juta. Dia dikabarkan kabur ke Guinea Khatuliswa, namun pejabat setempat belum sanggup mengonfirmasi keberadaan mantan presiden Gambia ini.


Kamal Hossain di Bangladesh

Pada tahun 2018, juga sempat ada penolakan pada hasil pemilu. Aliansi oposisi yang dipimpin oleh Kamal Hossain menolak hasil pemilu sehabis pejabat pemilu Bangladesh menyatakan Sheikh Hasina menang menjadi perdana menteri. Menurut Kamal, pemilu yang hanya memenangkan aliansinya sebanyak enam dingklik ini dinilai tidak masuk akal. Hossain bahkan menyerukan pemilu ulang di bawah penyelenggara pemilu yang netral.

Akibat penolakan pemilu ini, bentrokan pun terjadi. Bentrokan antar pelopor partai ini, menjadikan setidaknya 17 orang meninggal dunia. Selain itu, alasannya pemilu ini, ada seorang di Noakhali yang diperkosa ramai-ramai alasannya menentukan oposisi pada tahun 2019. Akibat kasus ini, PBB pada Januari kemudian menyerukan kepada otoritas Bangladesh untuk segera melaksanakan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kendati demikian, Partai Liga Awami yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina tetap menang lebih dari 90 persen dingklik DPR yang diperebutkan dalam pemilu 30 Desember 2018. PM Hasina untuk ketiga kalinya kembali menjabat sebagai PM Bangladesh.


Kem Sokha di Kamboja

Mereka yang Kalah Pemilu Lalu Menolak HasilnyaFoto: Kem Sokha (Reuters)


Lantas, pada tahun 2013 oposisi Kamboja juga menolak hasil pemilu. Pihak oposisi dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), Kem Sokha menilai ada pelanggaran serius pada pemilu tersebut. Setidaknya, hasil pemilu menunjukkan partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Hun Sen menang 68 kursi, sedangkan oposisi 55 kursi. Mereka menyerukan biar dibuat komite adonan dengan anggota kedua partai, PBB dan Pemilu Nasional guna menyelidiki sejumlah pelanggaran. Namun, pada tahun 2017 Kem ditangkap alasannya dicurigai ingin melaksanakan revolusi dan partai oposisi dibubarkan.

Namun, menyerupai yang dilansir BBC, para pemilih mengaku tak menemukan nama mereka dalam daftar pemiluh dan menyebut tinta penanda pemilih muda terhapus. Kendati demikian, Komite Pemilu Kamboja tetap menyatakan Hun Sen menang dalam pemilu tersebut.

Nelson Chamisa di Zimbabwe

Mereka yang Kalah Pemilu Lalu Menolak HasilnyaFoto: Nelson Chamisa (Reuters)


Namun, ternyata penolakan atas hasil pemilu juga pernah terjadi di Zimbabwe, Afrika Selatan tahun 2018. Pemimpin Gerakan untuk Perubahan Demokratik (MDC) yang merupakan partai oposisi Zimbabwe, Nelson Chamisa menolak hasil pemilu presiden yang memenangkan calon petahana Emmerson Mnangagwa. Seperti dilansir Rueters, pemimpin MDC menyebut bahwa hasil pemilu dipalsukan untuk menipu rakyat. MDC pun melaksanakan somasi kecurangan pemilu ke Pengadilan Tinggi.


Akibat pemilu ini, satu orang juga dilaporkan tewas usai bentrok dengan pegawapemerintah keamanan setempat. Namun pada jadinya sengketa pemilu ini putuskan Pengadilan Tinggi Zimbabwe menolak somasi partai oposisi dan tetap memenangkan Emmerson.



Tonton juga video Prabowo: Saya Tolak Penghitungan Pemilihan yang Curang:

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mereka Yang Kalah Pemilu Kemudian Menolak Hasilnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel