Analisis Administrator Cyrus Network Soal Surat Bunyi Tercoblos Di Malaysia
Direktur Cyrus Network. Foto: Ari SaputraJakarta -Surat bunyi tercoblos bikin heboh. Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi menganalisis soal kejadian tersebut.
"Saya yakin yang menggerebek dan digerebek itu temenan dan mengenal dengan baik satu sama lain," kata Hasan kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).
Hasan mengemukakan dua alasan yang melandasi pernyataannya. Pertama, kata Hasan, pihak yang digerebek terlalu damai dan dingin ketika divideokan, apalagi yang memvideokan sangat vulgar sambil terus bicara.
Alasan kedua, ia melanjutkan, pihak penggerebek sangat berani dan leluasa masuk ke dalam properti orang lain, apalagi penggerebekan tanpa kehadiran polisi. Di semua negara, kata Hasan, masuk ke properti orang lain tanpa seizin pemilik sanggup diganjar eksekusi pidana.
"Kalau lapor polisi, penggerebek itu sanggup ditangkap duluan alasannya ini urusannya pidana di negeri Malaysia. Nah jikalau mereka sesantai itu, dan pemilik propertinya juga santai-santai saja tidak melaporkan adanya upaya tresspassing terhadap properti miliknya, ya berarti mereka temenen dan kenal baik satu sama lain," ulasnya.
Bagi Hasan, tak akan ada pengaruh elektoral dari heboh gosip surat bunyi tercoblos ini. Dia menilai sasaran gosip tersebut yakni delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu.
"Ini kan upaya-upaya mendelegitimasi KPU dan Bawaslu. Dan bukan upaya pertama kan. Dulu juga ada isi 7 kontainer surat suara. Tapi kayanya nggak akan berhasil upaya-upaya menyerupai ini," ujarnya.
Temuan surat bunyi tercoblos menciptakan heboh. Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana lewat keterangan tertulis memaparkan kronologi penggerebekan surat bunyi tercoblos pada Kamis (11/4/2019).
"Pukul 12.48, Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana mendapatkan aduan dari seorang relawan Sekber Satgas BPN PADI Malaysia berjulukan Parlaungan melalui pesan WhatsApp, bahwa ada dugaan penyelundupan surat bunyi yang dilakukan oleh oknum tertentu," kata Yaza lewat keterangan tertulis yang diterima wartawan.
Dari laporan itu, Yaza bersama seorang anggota Panwaslu Kuala Lumpur, Rizki Israeni Nur--sekitar pukul 13.00 waktu setempat--mendatangi lokasi temuan surat bunyi tercoblos di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.
"Tempat tersebut merupakan sebuah lot toko yang sudah dipenuhi dengan surat bunyi yang berada di dalam bag diplomatik sebanyak kurang-lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam, dan kurang-lebih 5 karung goni berwarna putih dengan goresan pena Pos Malaysia," papar Yaza.
Diperkirakan jumlah surat bunyi di lokasi pertama itu sekitar 10-20 ribu. Saat dibuka, beberapa surat bunyi pilpres telah dicoblos untuk pasangan calon nomor urut 01. Sedangkan surat bunyi pileg ada yang sudah tercoblos untuk caleg NasDem dewan perwakilan rakyat nomor urut 03.
Sekitar pukul 14.30, Panwaslu Kuala Lumpur mendapatkan informasi komplemen dari anggota Satgas BPN PADI soal lokasi lain yang jadi gudang penyimpangan surat bunyi Pos.
Surat bunyi itu ditemukan di rumah di daerah Bandar Baru Bangi, Selangor. Di lokasi ini, Panwaslu menemukan 158 karung berisi surat suara.
Surat bunyi yang dicoblos yakni capres nomor urut 01. Untuk surat bunyi legislatif, surat bunyi yang dicoblos untuk caleg DKI Dapil II NasDem nomor urut 02 dan surat bunyi caleg Demokrat nomor urut 03.
Simak Juga "Ada Aroma Jual-Beli Suara di Malaysia, Bawaslu Segera Investigasi":
Sumber detik.com



Belum ada Komentar untuk "Analisis Administrator Cyrus Network Soal Surat Bunyi Tercoblos Di Malaysia"
Posting Komentar