Mau Resign? Siapkan 7 Hal Ini Dulu (1)

Foto: Rachman HaryantoFoto: Rachman Haryanto

Jakarta - Pernah atau sedang terpikir untuk resign atau mengundurkan diri dari daerah anda bekerja? Mengapa? Jika bosan atau nggak nyaman, pikirkan satu hal ini:

"Masih nyaman alasannya yaitu tidak nyaman dalam bekerja, daripada tidak nyaman pagi berdiri tidur bingung, mau ngapain alasannya yaitu tidak punya pekerjaan dan keahlian yang sanggup diandalkan untuk menjemput rezeki, apalagi bila dana darurat sudah habis, pekerjaan belum nyantol lagi sedangkan tagihan terus berjalan."

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20%, meningkat 0,18 poin. Dari 127,07 juta orang yang bekerja,sebesar 7,64% masuk kategori setengah menganggur dan 23,83% pekerja paruh waktu.

Jika resign kemudian nggak tahu mau ngapain, Anda akan menambah jumlah angka setengah menganggur di atas, dan tidak sebatas itu saja. Namun persaingan untuk menerima pekerjaan kembali akan semakin sengit, baik dari segi jumlah maupun dari segi keahlian. Oleh alasannya yaitu itu rencanakan dengan matang sebelum keluar, terutama keuangan.

Yang perlu diperhatikan juga dalam pengunduran diri yaitu "notice period". Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 perihal Ketenagakerjaan ("UUK"), dalam Pasal 162 ayat (3) UUK, juga Pasal 26 ayat (2) Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 78/2001 perihal Perubahan Kepmenaker No. 150/2000 perihal PHK, Pesangon, dan lainnya permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.

Apa alasan mengundurkan diri atau mengambil pensiun dini? Paling banyak alasannya yaitu ingin berwirausaha, pindah perusahaan, faktor keluarga, menjadi Pegawai Negeri Sipil, alasan Kesehatan dan kebijakan perusahaan (PHK).

Alasan yang berbeda memerlukan persiapan keuangan yang berbeda pula. Persiapan dikala di-PHK tentu berbeda bila menjadi pegawai negeri sipil, namun secara umum memerlukan setidaknya 7 hal yang sama. Berikut planning keuangan yang setidaknya sudah dimiliki bila Anda resign.

1. Rencanakan Berapa Lama Akan Libur Bekerja Sebelum Memulai Pekerjaan Baru
Berapa usang anda akan menikmati waktu tanpa bekerja? Rencanakan. Ini diharapkan sebagai start awal untuk mencari atau memulai pekerjaan baru, juga pemanis dana darurat yang harus disiapkan.

Terlalu usang berleha-leha akan banyak hal terlewat dan tergoda waktu, kecuali memang anda sudah berencana pensiun, dengan dana pensiun yang sudah mencukupi.

Pernah satu kasus, klien berencana mengambil pensiun dini, "Mba saya pensiun, dengan pensiun dini yang ditawarkan oleh kantor, dengan pesangon sekitar Rp 300 juta, cukup Mba?" Kemudian kami hitungan kebutuhan pensiunnya yang ternyata di angka Rp 25 miliar. Batal Pensiun.

2. Cash Flow Harus Positif
Sebelum memutuskan untuk mundur, maka pastikan kesehatan keuangan Anda. Salah 3 dari ciri keuangan sehat adalah, cash flow (Pendapatan dikurangi pengeluaran, masih ada sisa, dan pengeluaran yaitu sisa dari pendapatan dikurangi investasi), cicilan utang kurang dari 30%, serta mempunyai investasi untuk 4 kebutuhan pokok, yaitu investasi dana pensiun, dana Pendidikan, perjalanan rohani dan ijab kabul anak.

Jika kondisi keuangan sakit, kemudian Anda resign, maka aset akan habis untuk hidup dan usang kelamaan terancam dalam kebangkrutan. Siapkan kondisi keuangan dengan baik, pelajari cara-caranya dengan ikut kelas dan workshop.


Ikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim ARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari perihal bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari perihal Reksadana. Ada juga workshop khusus perihal Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda sanggup berguru perihal perencanaan keuangan komplit, bahkan sanggup jadi konsultannya dengan akta Internasional sanggup ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya sanggup dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda sanggup diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Di artikel berikutnya akan dibahas poin 3-7 persiapan yang harus anda lakukan sebelum resign.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari kawan yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mau Resign? Siapkan 7 Hal Ini Dulu (1)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel